Rabu, 15 September 2010

Fungi

Fungi ( Jamur )

   Fungi adalah organisme tingkat rendah yang belum memiliki akar, batang,  dan daun, sehingga sering orang menyebutnya tumbuhan “Thallus”.
Klasifikasi Fungi
Fungi dapat dibedakan atas beberapa kelas yaitu :
1. Kelas Myxomycetes ( Jamur Lendir )
2. Kelas Phycomycetes
Kelas Eumycetes, terbagi atas :
3. Sub Kelas Ascomycetes
4. Sub Kelas Basidiomycetes
5. Sub Kelas Deuteromycetes ( Fungi Imperfecti )

1. Kelas Myxomycetes

1.1 Struktur dan Morfologi
·    Myxomycetes merupakan jamur yang berbentuk lendir ( plasma ).
·    Sukar ditentukan apakah itu tumbuhan atau hewan karena secara filogenetik jika ditinjau dari sudut sel kembara dan miksoamoebanya menunjukkan hubungan kekerabatan dengan Flagelleta yang tidak berwarna yaitu Rhizopoda dari dunia hewan.
·    Tubuhnya tersusun atas banyak sel dan telah memiliki inti yang sejati sehingga tipe selnya sering disebut sel eukariotik.
·    Bagian tubuh depan atau muka terdiri atas plasma yang lebih pekat dan tubuh bagian belakang membentuk benang – benang.
·    Myxomycetes tidak mengandung klorofil sehingga tidak dapat mencari makanan sendiri walaupun tubuhnya telah tersusun atas banyak sel.
·    Dalam kedaan vegetatif tubuhnya berupa massa protoplasma telanjang yang bergerak sebagai amoeba yang disebut plasmodium.
·    Tubuhnya dapat melakukan perubahan bentuk sehingga dapat merayap kemana- mana khususnya didaerah dia bernaung.
·    Pada beberapa marga didalam badan buahnya terbentuk kapitilium yang terdiri atas buluh – bulu kecil atau tersusun seperti piala.

Gambar: Tubuh buah Lycogala epidendrum, terdiri dari banyak sporangium yang bersatu. Ketika masih muda berwarna putih, kemudian menjadi merah jambu, dan akhirnya coklat. Biasa tumbuh pada kayu lapuk, bedegan jamur merang, dan sebagainya.

1.2. Habitat
    Myxomycetes suka hidup diatas tanah – tanah, diatas daun yang telah runtuh dan busuk, serta dalam kayu yang lapuk.

1.3. Cara Hidup
·    Cara hidup sebagai saprofit atau seperti hewan – hewan lainnya yaitu dapat mengambil zat makanan yang bersifat cair maupun padat, misalnya dalam bentuk glikogen. Pada Myxomycetes yang bersifat saprofit ini dapat dibuat biakan murni.
·    Jamur ini banyak kedapatan di tempat – tempat yang basah dan mengandung banyak bahan organik, Beberapa hidup sebagai pemakan sampah ( saprofora ) contohnya Dicyostelium dan Plasmodiophora brassicae yang merusak akar kobis.
·    Organisme ini dapat dipiara diatas agar – agar dan makanannya dapat berupa bakteri, misellium jamur, potongan agar – agar, bahkan dapat juga mengambil miksoamoeba haploid sebagai makanannya. Makanan tersebut akan dicernakan dalam vakuolanya dan dapat pula organisme ini mengeluarkan enzim yang melarutkan substratnya dan mengambil makanannya dalam bentuk larutan.
·    Cara hidup sebagai parasit biasanya hanya hidup denagan tambahan makanan yang berupa makhluk hidup. Contoh Plasmodium yang mempunai ukuran garis tengah 0 – 30 cm yaitu pada jenis Aethalium septicum.
·    Organisme ini bergerak ketempat makanannya dibawah pengaruh gaya – gaya kemotaksis, hidrotaksis, dan foto taksis negatif.

1.4. Bentuk dan Sifat Spora
    Spora Myxomycetes berkecambah dalam  air atau diats suatu substrat basah menjadi satu atau beberapa sel kembara yang dinamakan miksoflagellata.
1.5. Cara Perkembangbiakan
    Spora Myxomycetes yang berkecambah dalam air atau suatu substrat basah yang berubah menjadi sel kembara ynag disebut miksoflagellata. Miksoflagellata yang mempunyai bulu cambuk dan mempunyai satu inti lama kelamaan akan berubah menjadi miksoamoeba yang bulu cambuknya telah lenyap. Miksoflagellata dan miksoamoeba dapat membiak vegetatif dengan pembelahan.
    Dari sinilah awal perkembangbiakan generatif pun terjadi. Dua  miksofamoeba atau dua Miksoflagellata dapat mengadakan perkawinan menjadi amebozigot dan dalam amebozigot ini kedua inti tersebut akhirnya pun akan bersatu. Badan yang diploid ini tidak membentuk dinding, melainkan tetap telanjang dan bersifat ameboid dan dengan sesamanya dapat bersatu menjadi plasmodium yang besar dan mempunyai banyak inti. Inti dapat bertambah banyak karena adamnya pembelahan yang berulang – ulang. Plasmodium pada dasarnya tidak pernah membentuk sekat – sekat, jadi hanya merupakan kumpulan protoplas yang menjadi satu.

2. Kelas Phycomycetes

2.1. Struktur dan Morfologi
·    Phycomycetes mempunyai miselium yang berwarna putih dan tidak mempunyai sekat  - sekat, jika tua akan berubah warna menjadi coklat kekuning – kuningan.
·    Sel – selnya biasanya telanjang dan terpisah – pisah.
·    Hifanya bersifat koenositik yang hidup didarat atau pada medium tertentu.





Gambar : Dua Phycomycetes dengan hifa yang tidak bersekat – sekat. Perhatikan perbedaan pertumbuhan sporangium ( spg ) dan bentuk miselium pada genus Mucor dan genus Rhizopus; yamg terakhir ini mempunyai stolon.
2.2. Habitat
    Biasanya hidup didalam air sebagai parasit atau saprofit pada hewan maupun tumbuhan air.
2.3.Cara Perkembangbiakan
    Perkembangbiakan jamur ini terjadi secara aseksual dan seksual. Pada perkembangbiakan secara aseksual akan dibentuk spora dalam sporangium yang terletak pada ujung – ujung hifa. Hifa – hifa yang tumbuh tegak pada medium dan terdapat sporangium pada ujung – ujungnya disebut sporangiosfor.
    Sporangium yang matang akan pecah dan mengahasilkan spora, kemudian dengan bantuan angin ( anemokori ).spora akan terbawa jauh dari kelompoknya. Spora yang terbawa angin bila jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi jamur yang baru.
    Perkembangbiakan seksual pada jamur berlangsung secara konjugasi, yatitu terjadi perpindahan materiyang berbeda muatan. Proses konjugasi terjadi pada tubuh – tubuh hifa yang berlainan jenis. Pada ujung – ujung hifa akan terbentuk gametongium yang bersifat haploid ( n ), kemudian gametongium yang berlainan jenis akan melakukan fusi ( penggabungan ) sehingga mengahasilkan zigospora yang bersifat diploid ( 2n ).Jamur ini dalam keadaan zigospora akan resisten terhadap perubahan kondisi lingkungan. Bila kondisi lingkungan kembali menjadi normal, maka zigospora akan akan berkecamabah dan membentuk hifa – hifa yang haploid ( n ). Hifa – hifa yang tumbuh akan membentuk sporangium, kemudian menghasilkan spora.
    Dari uraian diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa fase haploid dengan siklus hidup Rhizopus, sp lebih panjang atau lama jika dibandingkan dengan fase diploidnya.
    
Gambar Perkembangbiakan Rhizopus, sp.(a) Aseksual dan (b) Seksual
2.4. Cara Hidup dan Manfaatnya.
    Seperti halnya keterangan diatas pada umumnya Phycomycetes hidup sebagai saprofit walaupun ada juga yang hidup sebagai parasit.
·    Jamur ini secara saprofit digunakan dalam pembuatan tempe, contoh ; Rhizopus oryzae. Species ini dapat mengubah amilum menjadi dekstros, dapat memecah protein dan lemak yang ada didalam sel kedelai dan kacang. Dengan demikian maka tempe itu seakan – akan lebih tersedia untuk dicernakan diperut kita. Selain dari contoh tersebut, Phycomycetes yang dapat bersifat saprofit adalah :
1.    Phytophthora, kebanyakan dari species ini adalah berupa parasit pada tumbuh – tumbuhan tomat, kentang, tembakau, karet dan lain – lain.,.
2.    Saprolegnia, merupakan saprofit yang banyak kedapatan didalam air dan tanah yang basah.
3.    Mucor, saprofit yang banyak kedapatan pada sisa – sisa makanaqn yang banyak mengandung karbohidrat.
·    Phycomycetes yang dapat bersifat parasit, diantaranya adalah :
Rhizopus nigricans yang dapat merusak makanan roti, nasi, wortel,dan tumbuh – tumbuhan seperti jamur.
2.5. Ordo – Ordo pada Phycomycetes.
    Terbagi atas 6 bangsa, yaitu :
1.    Myxochytridiales, contoh : Olpidium brassicae dan Plasmodiophora brassicae
2.    Chytridiales, Misalnya : Rhizophidium pollinis, Rhizophidium goniosporum dan Polyphagus euglenae.
3.    Blastocladiales
4.    Monoblepharidales, Misalnya Monoblepharis sphaerica dan Monoblepharis polymorpha.
5.    Oomycetales, contoh :Saprolegnia dioica, Sclerospora javanica ( Sclerospora maydis ),Pyhiaceae nicotianae, P. Infestans, dan lain – lain.
6.    Zygomycetales, misalnya :Mucor mucedo, Mucor javanicus, Chlamydomucor oryzae, Rhizopus oryzae, R. nigricans, R. stolonifer.

Gambar, Berbagai struktur Rhizopus stolonifer. A: tingkat aseksual terdiri dari struktur reproduktif dan struktur somatik. B. bagian dari hifa. C. Spora yang berkecambah.

3. Sub Kelas Ascomycetes
3.1. Struktur dan Morfologi
·    Ascomycetes mempunyai misellium yang bercabang – cabang dan bersekat.
·    Memliki askus yang merupakan alat reproduksi spesifik dan sporangiumnya berbentuk buluh dengan jumlah sporan ( yang terjadi endogen menurut pembentukan sel bebas ) yang tertentu yaitu 8, terkadang 4. Selain itu askusnya adalah suatu sporangium yang menghasilkan askospora.
·    Sel – selnya ada yang bersifat mononukleus dan banyak sel.
·    Tubuhnya berupa uniselluler dan multi selluler.

Gambar : Perbedaan antar Aspergillus dan Penicillium dinyatakan dalam pembentukan konidia;st = sterigma.
3.2. Habitat.
    Ascomycetes biasanya hidup sebagai saprofit dalam tanah, kayu yang membusuk, dan lain – lain.dan pada umunya jamur ini hidup pada tumbuh – tumbuhan
3.3. Cara Perkembangbiakan.
    Perkembangbiakan Ascomycetes berlangsung secara vegetatif atau aseksual dan secara generatif atau seksual. Proses perkembangbiakan ascomysetes yang bersel satu terjadi secara seksual yaitu dengan pembentukan individu yaitu tunas, sedang Ascomycetes yang bersel banyak perkembangbiakannya terjadi secara seksual yaitu dengan pembentukan konodia yang terletak pada ujung – ujung hifa yang telah dewasa. Hifa – hifa yang mengandung konidia disebut konidiosporangium.
    Perkembangbiakan Ascomycetes yang bersel banyak diawali dengan pembentukan arkegonium dan anteridium. Inti anteridium akan masuk kedalam arkegonium sehingga akan terbentuk hifa – hifa yang bersifat dikariotik. Kemudian sel – sel terseut akan melakukan fusi yang mengahasilkan sel yang bersifat diploid ( 2n ). Setelah sel bersifat diploid kemudian mengalami pembelahan secara meiosis sehingga terbentuk kembalai sel – sel yang bersifat haploid.
    Dalam perkembangbiakan seksualnya dilakukan dengan askus yang menghasilkan askospor. Terbentuknya askospora didahului dengan peristiwa :
1. Perkawinan ( kopulasi ) antara gametangium jantan dan gametangium betina.
2. Plasmogami yaitu bersatunya plasma kedua gametangium tersebut.
3. Kariogami, bersatunya inti yang berasal dari kedua gametangium tadi.
4. Pembelahan reduksi setelah kariogami, baru kemudian disusul dengan pembentukan askospora secara endogen, menurut pembentukan sel bebas.
3.4. Cara Hidup dan Manfaatnya.
    Sepeti halnya diatas, Ascomycetes hidupnya bersifat saprofit dan parasit bagi makhluk hidup.
Manfaat Ascomycetes terhadap kehidupan adalah :
1. Sebagai khamir yaitu suatu bahan yang digunakan dalam bidang kedokteran, dalam pembuatan kue, dan minuman berlkohol, sebagai sumber enzim dalam pembuatan alkohol dan masih banyak lagi yang lain. Salah satu contoh spesies yang paling terkenal dalam pembuatan khamir adalah Saccharomyces cerevisiae.
    Species ini dapat melakukan reaksi dengan berbagai bahan organi.Khamir dapat meragikan bermacam – macam gula.Salah satu fermentasi yang paling umum ialah pembentukan alkohol dan karbon dioksida.
Jika gula kompeks saja, seperti maltosa atau sukrosa, ditambahakan maka akan dirombak menjadi gula – gula sederhanadenagn bantuan enzim – enzim khamir.
2. Aspergillus.
    Dapat digunakan untuk merombak zat pati menjadi gul, kemudian gla itu difermentasikan oleh khamir. Walaupun ada juga yang bersifat parasit yaitu aspergilus fumigatus menyebabkan penyakit paru – paru pada hwan dan pada manusia.



3. Penicillium
 Spesies yang terkenal adalah Pinicilium notatum dan P. chrysogenum yang menghasilkan zat antibiotik penisilin.

Gambar : Penicilium, sp
3.4. Ordo – Ordo pada Ascomycetes.
a. Endomycetales, contoh : Dipodascus albidus, Saccharomyces tuac, S. cerevisiae, dll.
b. Perisporiales, contoh : Oidium heveae, Erysiphe polygoni, oidium tuckeri, dll.
c. Plectascales, contoh : Penicillium notatum, P. glaucum, Aspergillus oryzae, A. wentii, dll.
d. Myrangiales, contoh :
e. Pseudosphaeriales
f. Hemisphaeriales
g. Pyrenomycetales
4. Sub Kelas Basidiomycetes
4.1. Struktur dan Morfologi.
·    Ukurannya lebih besar dibandingkan dengan tiga kerabatnya. Hal inilah yang menyebabkan kita dapat melihat dengan mata telanjang.
·    Bentuknya dapat menyerupai payung, kipas, dan kuping.
·    Memiliki tubuh buah ( basidiokarp ) berbentuk panjang.
·    Mempunyai banyak sel dan dan berukuran besar sehingga bersifat makroskopis.
·    Ukuran jamur ini pada umumnya mamiliki garis tengah 1m dan berat bisa mencapai 1 kg bahkan lebih.
4.2. Bentuk dan Sifat Spora.
·    Spora seksualnya adalah basidiospora yang terbentuk pada basidium yang berbentuk gada.
·    Memiliki suatu organ yang karakteristik yaitu basidium. Basidium adalah suatu badan yang melakukan penonjolan ( pembentukan sterigma ) dan selalu membentuk 4 spora.Basidium itu terdiri atas 1 sel yang besar dan bersekat – sekat.
·    Miselium bersekat dengan sebuah inti yang disebut dengan hifa primer dan hifa yang mempunyaidua inti yang disebut hifa sekunder.
·    Hifa bersifat septat dengan sambungan apit dan juga bersifat haploid dan umumnya membentuk tubuh buah yang disebut basidiokarp.
4.3. Habitat
    Pada umumnya jenis jamur ini hidup dengan bersimbiosis pada akar tumbuh – tumbauhan, tumbuh diatas tanah, dan pada umunya berada disuatu lapangan dan di beberapa hutan.
4.4. Perkembangbiakan

Gambar : Perkembangbiakan Basidium. Basidiospora.
    Reproduksi ( Perkembangbiakan ) basidiomycetes dilakukan secara aseksual yaitu melalui pembentukan spora aseksual ( konidia ) atau melalui fragmentasi hifa dan secara seksual yaitu konjugasi. Proses perkembangbiakan seksual terjadi melalui konjugasi ujung – ujung hifa yang berbeda akan bertemu sehingga kan terjadi plasmogami tanpa diikuti proses peleburan kedua inti. Sehingga hifa – hiafa yang terbentuk berkembang menjadi hifa dikariotik. Dua inti hifa dikariotik akan mengalami meiosis yang mengahasilkan 4 inti haploid ( n ), kemudian inti haploid ini keluar bersama protoplasmanya membentuk basidiospora.

Gambar : Tubuh Buah Basidiospora pada Amanita, sp.
4.5. Cara Hidup dan Manfaatnya
    Cara hidup basidiomycetes dapat dilihat dari miseliumnya, selama keadaan buruk miselium berda dalam tanah, terkadang juga dalam kayu. Beberapa jenis jamur ini hidup bersimbiosis pada akar tumbuh – tumbuhan dan merupakan suatu golongan organisme yang kita kenal dengan nama mikoriza.
    Beberapa contoh jamur yang bersifat saprofit dan manfaatnya bagi kehidupan adalah :
1. Volvariella volvacea, yang digunakan untuk bahan makanan.
2. Fomes fomentarius, sering digunakan sebagai bahan obat – obatan.
3. Fomes officinalis.
4. Auricularia polytricha, juga digunakan untuk bahan makanan.
Beberapa contoh jamur ysng bersifat parasit bagi kehidupan adalah :
1. Fomes semitostes, menyebabkan busuknya akar pohon para.
2. Amanita phalloides, merupakan jamur yang sagat beracun.
3. Ustilago maydis, merupakan penyebab penyakit pada tanaman jagung.
4.6. Ordo – Ordo dari Basidiomycetes.
    Terdiri atas 5 Ordo, yaitu :
1.    Hymenomycetales, yang terbagi atas 2 sub ordo yaitu :
a.    Aphyllophorales, contoh : Exobasidium vexans, Clavaria botrytis, dan lain – lain.
b.    Agaricales, contoh : Volvariella volvacea ( Jamur Merang ) , Amanita phalloides, Agaricus melleus, dan lain – lain.
2.    Gasteromycetales, contoh : Dictyophora indusiata, Scleroderme vulgare.
3.    Tremellales, contoh : Tremella lutescens.
4.    Auriculariales, contoh : Auricularia polytricha ( Jamur Kuping ).
5.    Uredinales ( Jamur Karat ), Puccinia graminis.
6.    Ustilaginales ( Jamur api ), contoh : Ustilago, sp.
5. Sub Kelas Deuteromycetes ( Fungi Imperfecti ).
    Dikarenakan jamur ini belum sempurna, maka ciri – cirinya diambil dari sifat – sifat umunya. Ciri – cirinya yaitu :
1. Hifa berbentuk unicelluler dan kebanyakan anggotanya mempunyai kekerabatan degan Ascomycetes dan Basidiomycetes,
2. Perkembangbiakan aseksual dilakukan dengan cara fragmentasi atau dengan konidiospora. Sedangkan cara perkembangbiakn secara seksualnya belum diketahui tetapi dapat berkembangbiak dengan siklus paraseksual.
3. Seiring dengan perkembangan dan penelitian yang berjalan terus menerus maka beberapa spesies telah dapat dipindahkan dari kelas Deuteromycetes ke kelas Ascomycetes.
4. miselium berbentuk unicelluler atau yang lebih khas lagi ( miseliumnya bersekat – sekat yang biasanya membentuk konidium dari bermacam – macam sel konidiogen.
5. Jamur Deuteromycetes ini tidak dapat membentuk spora sama sekali.
6. Sebagian besar Deuteromycetes hidup bersifat sa[rofit sebagai pengurai sisa – sisa bahan – bahan organik, selebihnya dalah hidup sebagai parasit baik pada tanaman, hewan, maupun manusia. Bahkan ada juga yang bersifat sebagai predator, misalnya : Dactylaria. Jamur Dactylaria hidup didalam tanah. Hifanya bebentuk cincin yang berfungsi unrtuk menangkap cacing nematoda.
Contoh jamur yang bersifat saprofit adalah :
1. Alternaria, sp yang hidup pada  tanaman kentang.
2. Fusarium, sp yang hidup pada tanaman tomat dan kapas.
Corcospora apii, yang hidup pada tanaman seledri dan kulit manusia.
3. Helminthosporium, sp yang hidup pada  tanaman padi.
4. Curvularia, sp yang hidup pada rumput hias.
5. dan lain – lain.
Contoh jamur yang bersifat parasit adalah :
1. Epidermophyton floocosum yang menyebabkan kurap pada kaki.
2. Microsporum audouini yang menyebabkan penayakit kurap.
3. Trichophyton sama halnya dengan Microsporum audouini, dan lain – lain.
























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar